Pandemi & pemulihan
Menjaga keberlangsungan pembelajaran, lalu membangun model layanan dan pembelajaran baru.
Ringkasan Eksekutif
Lima Tahun Kinerja Fakultas Psikologi
Periode kepemimpinan berlangsung di tengah perubahan cepat pada pendidikan tinggi, profesi psikologi, dan kebutuhan masyarakat.
Menjaga keberlangsungan pembelajaran, lalu membangun model layanan dan pembelajaran baru.
UU PLP mengubah arsitektur pendidikan profesi dan layanan psikologi.
Sistem informasi berkembang menjadi instrumen manajemen mutu dan pengambilan keputusan.
Permintaan layanan psikologi meningkat; kompetisi dan jejaring global semakin penting.
Arah strategis dikonsolidasikan sejak 2023 melalui lima pilar keunggulan menyeluruh.
Pilar-pilar ini menjadi bahasa bersama untuk membaca capaian lintas bidang.
Inti transformasi: kapasitas kelembagaan yang lebih adaptif, terhubung, berbasis data, dan semakin berorientasi pada dampak.
Capaian TCK meningkat, dengan catatan komposisi indikator berubah dari tahun ke tahun.
Rerata capaian TCK 2025, tahun penuh terakhir periode kepemimpinan.
Pembelajaran bergerak dari pemulihan pandemi menuju ekosistem yang lebih adaptif dan global.
MBKM, magang, mobilitas internasional, double degree, dan kelas bersama akademisi internasional.
Double degree dengan University of Leeds mulai berjalan; international faculty memperkaya kurikulum.
University of Wisconsin–Milwaukee, Exeter, Harvard, Middlesex, Radboud, dan Groningen.
Internasionalisasi tidak hanya berupa mobilitas, tetapi juga integrasi keahlian global ke dalam pembelajaran, supervisi, dan pengembangan keilmuan.
Transformasi profesi psikologi menjadi perubahan paling mendasar dalam periode ini.
MAPRO tidak lagi menerima mahasiswa baru; phase-out dikelola dengan prinsip tanggung jawab akademik.
Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi mulai berjalan dengan layanan nyata dan supervisi berlapis.
Angkatan pertama lulus dan dilantik sebagai Psikolog Umum; UKPPU berhasil dilalui dengan sangat baik.
Pengembangan pendidikan psikolog spesialis dan harmonisasi regulasi layanan psikologi.
Roadmap, laboratorium, pendanaan, dan jejaring internasional memperkuat ekosistem riset.
Tema keunggulan dirumuskan dari ratusan penelitian dan publikasi dosen.
EEG, eye tracker, GSR, teknologi asesmen, dan penguatan laboratorium.
Adjunct Professor memperkuat psikoterapi berbasis bukti, trauma, kesehatan mental global, lintas budaya, dan neurosains kognitif.
PkM menjadi wahana hilirisasi pengetahuan psikologi bagi masyarakat dan kebijakan.
Kesehatan mental, pengukuran psikologis, pendidikan, kesejahteraan, anak, remaja, keluarga, lansia, dan kelompok rentan.
Sistem respons kesehatan mental mahasiswa, asesmen institusi publik, psikoedukasi, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas profesional.
Keterhubungan penelitian, panduan, pelatihan, praktik lapangan, dan kebijakan berbasis bukti.
PkM tidak hanya memperluas jangkauan kegiatan, tetapi menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kemitraan berkembang menjadi pengungkit pendidikan, riset, PkM, pendanaan, dan pengaruh kebijakan.
Mobilitas mahasiswa dan dosen, double degree, visiting dan adjunct professors.
Penelitian bersama, hibah internasional, intervensi dan pengabdian berbasis bukti.
Peran aktif dalam pengembangan kebijakan pendidikan dan profesi psikologi nasional.
Kerja sama bukan lagi fungsi pendukung, tetapi portofolio strategis yang memperluas kapasitas dan reputasi Fakultas.
Fondasi kelembagaan menopang transformasi akademik, riset, profesi, dan layanan.
Dosen tetap mencapai 62 orang pada 2026; separuh bergelar doktor; dosen muda menjadi modal keberlanjutan.
22 dosen memulai studi doktor dan 10 menyelesaikan; sebagian besar di perguruan tinggi luar negeri.
Proporsi Guru Besar dan Lektor Kepala menurun sehingga percepatan jabatan akademik menjadi prioritas.
Digitalisasi layanan memperluas transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan data.
Audit Mutu Internal, pembaruan SOP, integrasi data, dan siklus evaluasi–tindak lanjut.
Sistem berkembang dari pemantauan pasif menjadi pelaporan, analitik, dan digitalisasi proses.
Laboratorium, perpustakaan, Career Center, dan unit layanan memperkuat fasilitas dan digitalisasi.
Mutu bergeser dari kepatuhan administratif menuju tanggung jawab bersama.
Dampak utama: keputusan lebih berbasis data, layanan lebih cepat, dan bukti kinerja lebih mudah ditelusuri.
Kondisi fiskal sehat memberi ruang bagi pengembangan infrastruktur, teknologi, dan aksesibilitas.
Kajian teknis menunjukkan Gedung G tidak lagi memenuhi standar keselamatan; pembangunan gedung pengganti disiapkan.
Laboratorium, TIK, aksesibilitas, ruang belajar, perpustakaan, dan fasilitas kesejahteraan sivitas.
Catatan strategis: kapasitas fiskal perlu diterjemahkan menjadi belanja modal yang tepat waktu dan berdampak.
Capaian periode ini menjadi fondasi untuk tahap pengembangan berikutnya.
Pesan penutup
Fondasi penting periode 2021–2026 adalah kapasitas kelembagaan yang lebih adaptif, terhubung, berbasis data, dan berorientasi dampak.